Jakarta Maghrib: Menangkap Jakarta Lewat Senja Beragam Rasa
Salman Aristo menggubah maghrib menjadi termin penting untuk menyampaikan gagasan besar dengan menyebarnya kedalam lima cerita pendek visual. Jakarta Maghrib menceritakan berbagai interpretasi tentang satu sangkala yang dirunut secara holistik berdasarkan standar apapun. Kelas bawah cenderung membaca maghrib indah sebagai momen relijius, kelas menengah menganggap maghrib sebagai jam pulang, dan kelas atas lebih mengartikan maghrib sebagai waktunya memulai pesta.
