RED: Tembak-Tembakan Tanpa Beban
Tak usah terlalu banyak memikirkan logika narasi seperti bagaimana seuntai kalung bisa dipakai mengganjal pintu, bagaimana orang masih bisa tertawa padahal pusarnya sudah bocor dibolongi peluru, atau kenapa seorang pahlawan selalu bisa datang tepat waktu, tak lebih cepat dan tak pula telat. Berfikir dengan pola seperti itu ketika menonton Red, hanya akan membuat Anda marah-marah.
