Easy A: Anatomi Gosip Putih Abu-Abu

easy-a_hlgh

Setiap orang pasti punya rahasia, dan setiap rahasia pasti mungkin ditebak orang lain sebab dibocorkan ataupun tidak, orang lain pasti selalu menerka kita. Kalaupun tak berhasil, mereka akan membuat ‘kita’ dengan versi mereka sendiri. Mulai saat itu, orang-orang justru berbalik menyimpan rahasia tentang kita. Bolak-balik sosial itu yang menimpa Olive Panderghast, seorang siswi SMA yang tanpa sengaja mengumbar gosip bombastis tentang dirinya, dan naas, seluruh sekolah tidak hanya mempercayai, tapi juga menambah-nambahi gosip itu. Gosip, makin digosok, makin sip.

Olive tumbuh dari keluarga yang terlalu ceria sehingga ia hampir tak pernah dihinggapi kesedihan. Menjelang pertengahan masa SMA, Olive mulai sadar bahwa ia tak pernah berpacaran bukan karena ia tidak cantik atau tidak baik, melainkan karena ia terlalu biasa. Semua yang ia miliki ada pada orang kebanyakan. Maka Olive mulai mengarang gosip yang muluk-muluk tentang dirinya. Gosip inilah yang membuatnya dikenal satu sekolahan. Awalnya Olive bangga, tetapi kemudian banyak orang yang mengambil keuntungan dari gosip itu dan sebaliknya, gosip itu membuat Olive tersiksa sendiri.

Easy A memperkenalkan karakternya lewat cara yang lazim: karakter harus diubah terlebih dahulu menjadi orang yang berbeda dengan lingkungannya. Karakter ini harus unik, harus penuh problema dan Olive Panderghast begitulah adanya. Sedikit keunikan terletak pada sudut pandang Olive yang seolah menegaskan bahwa film hanya dilakoni oleh dirinya seorang, tanpa karakter pembantu. Memusatnya plot pada Olive didukung oleh metode curhat yang dilakukannya lewat webcam (seperti di Youtube). Disitu webcam tidak saja berfungsi membagi babakan-babakan cerita, melainkan menempatkan karakter selain Olive sebagai penonton hidupnya. Lewat webcam, Olive bercerita pada dua dunia, yakni kepada karakter pembantu di Easy A dan juga pada kita penonton sebenarnya.

Dari mana judul Easy A diambil? Ternyata ia dijumput dari dada Lillian Gish dalam film klasik The Scarlet Letter hasil adaptasi novel Nathanie Hawthorne. Dalam film itu, seorang kriminil harus mengenakan tanda A besar di dadanya. Olive sebagai kriminil juga bisa mendapatkan tanda A besar, namun dalam kadar yang lebih ringan sebab orang seperti Olive, selain memang easygoing, juga mudah ditemukan dimana-mana.

Hal-hal lucu datang menggelitik disebabkan karena Olive dengan luwes mencomot adegan-adegan film lama, bahkan tak jarang bicara dengan memakai dialog film-film tersebut, dengan porsi yang tepat dan tak terduga. Diam-diam, Easy A menyerahkan dirinya ke hadapan penonton sebagai komedi refleksif yang nostalgik bagi orang tua dan menambah referensi bagi anak-anak muda. Olive ingin kisah cintanya seperti John Cusack di Say Anything (1989), ia ingin “ditembak” seperti dalam The Breakfast Club (1985), dan tentu saja ia tak mau hidup macam Lillian Gish di The Scarlet Letter (1926). Pada titik itu, Olive turun dari layar lalu duduk bersama penonton dan mengajak mereka untuk mimpi bersama-sama. Mimpi bahwa di suatu hari yang gelap, John Cusack datang ke halamanmu, menyatakan cinta padamu sambil memanggul tape besar yang melantukan lagu-lagu cinta Peter Gabriel.

Easy A selanjutnya berkembang menjadi kursus panjang anatomi gosip putih abu-abu. Masa-masa nggak enak di waktu orang mengenalimu sebagai brengsek, padahal kamu sebenarnya bukan. Karena marah dan tertekan, kamu akhirnya menjawab tuduhan mereka dengan bertindak layaknya seorang brengsek. Kamu menjadi brengsek bukan karena kamu memang brengsek, melainkan karena kamu frustasi dikatai terus oleh orang-orang dan ingin membalas ejekan mereka. Kenapa kamu tak membela diri? Karena kamu hanya sendiri sementara mereka beramai-ramai. Kata “brengsek” bisa diganti dengan apa saja, termasuk “jadian”. Orang menuduh kalian berpacaran padahal kalian tidak saling suka, karena terus-terusan diceng-cengin, akhirnya kalian jadian juga. Ah, jangankan anak SMA, orang dewasa saja banyak yang berlaku serupa.

Easy A | 2010 | Durasi: 92 menit Sutradara: Will Gluck | Produksi: Olive Bridge Entertainment | Negara: Amerika Serikat | Pemeran: Emma Stone, Penn Badgley, Amanda Bynes, Dan Byrd, Patricia Clarkson.

Pendapat Anda tentang tulisan ini
  • Mantap! (0)
  • Boleh juga (2)
  • Biasa saja (0)
  • Lupakan (0)
Share

Send this to a friend