Sketsa

Mobilitas Sosial untuk Pemula

Menonton Negeri di Bawah Kabut dan Denok & Gareng akan mengingatkan kita kalau tantangan terbesar sinema Indonesia saat ini bukanlah menjadi orisinil, tapi menjadi otentik. Begitu banyak hal dan perkara di negeri ini yang belum terartikulasikan secara jujur oleh sinema kita. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah merekam realita apa adanya.... Baca

Martin Scorsese: Membaca Bahasa Sinema

Fondasi sinema adalah cahaya. Kelahirannya ditandai oleh selarik cahaya. Oleh karena itu, sinema paling nikmat dialami dalam ruang gelap, di mana proyeksi film menjadi satu-satunya sumber penerangan. Cahaya memungkinkan kita melihat ragam rupa bentuk: menikmatinya, menamainya, dan menafsirkannya. Artinya, cahaya jugalah fondasi keberadaan manusia; kita jadi ‘tercerahkan’ karenanya.... Baca

Nasionalisme Layar Lebar Kita

Perbincangan lepas nan menarik seputar maraknya film-film bertema nasionalisme belakangan ini, yang dimulai dari Hasduk Berpola (2013), setelah beberapa tahun bioskop-bioskop Indonesia digempur oleh ‘film-film Islami’. Apa yang sebetulnya diproblematisir dalam dalam film-film ini? Bagaimana pergeseran tren tersebut merefleksikan apa yang terjadi dalam masyarakat?... Baca

Modus Anomali dan Beberapa Marginalia

Ada kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa dirujuk untuk menunjukkan jurang antara John sebagai family man dan John yang brutal. Kita terjebak dalam pertanyaan moralis: mengapa seorang bapak yang baik bisa menjadi sedemikian barbar di luar rumah? Bagaimana jika semua spekulasi itu justru menunjukkan integrasi yang kuat antara John dan keluarganya?... Baca

Send this to a friend