Sketsa

Martin Scorsese: Membaca Bahasa Sinema

Fondasi sinema adalah cahaya. Kelahirannya ditandai oleh selarik cahaya. Oleh karena itu, sinema paling nikmat dialami dalam ruang gelap, di mana proyeksi film menjadi satu-satunya sumber penerangan. Cahaya memungkinkan kita melihat ragam rupa bentuk: menikmatinya, menamainya, dan menafsirkannya. Artinya, cahaya jugalah fondasi keberadaan manusia; kita jadi ‘tercerahkan’ karenanya.... Baca

Nasionalisme Layar Lebar Kita

Perbincangan lepas nan menarik seputar maraknya film-film bertema nasionalisme belakangan ini, yang dimulai dari Hasduk Berpola (2013), setelah beberapa tahun bioskop-bioskop Indonesia digempur oleh ‘film-film Islami’. Apa yang sebetulnya diproblematisir dalam dalam film-film ini? Bagaimana pergeseran tren tersebut merefleksikan apa yang terjadi dalam masyarakat?... Baca

Modus Anomali dan Beberapa Marginalia

Ada kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa dirujuk untuk menunjukkan jurang antara John sebagai family man dan John yang brutal. Kita terjebak dalam pertanyaan moralis: mengapa seorang bapak yang baik bisa menjadi sedemikian barbar di luar rumah? Bagaimana jika semua spekulasi itu justru menunjukkan integrasi yang kuat antara John dan keluarganya?... Baca

Surat Untuk Kita

Untuk Alexis Tioseco dan Nika Bohinc, pasangan kritikus film yang menginspirasi saya untuk menulis sepanjang ini. Untuk ayah dan ibu yang rutin mengajak saya menonton film di bioskop sejak kanak-kanak. Untuk kakek saya, mantan proyesionis sebuah bioskop tua di Sukabumi. Dan, untuk kita yang melakukan sesuatu pekerjaan dengan hati tulus.... Baca

Send this to a friend