Karya

Certified Copy: Bukan Dialognya, Tapi Semangatnya

Semangat Kiarostami yang liar berlanjut pada “jendela” lain yang ditawarkannya kehadirat penonton, ia menantang penonton untuk menyaksikan hubungan Elle dan Miller sebagai alegori hirarkis antara penulis (yang duduk diam seharian di pusat kota Florence sembari mengamati patung zaman Renaissance) dan pembaca (yang sehari-harinya berkecimpung menjual karya seni dan senantiasa berurusan dengan para penikmat seni yang aktual).... Baca

Yang Muda Yang Bercinta: Menyoal Maskulinitas di Bawah Tirani Kelas

Yang Muda Yang Bercinta membuka wacana tentang maskulinitas dan relasinya dengan kesuksesan finansial. Dunia yang Sjumandjaja hadirkan di hadapan para tokohnya adalah struktur sosial yang hanya mengakui maskulinitas sebagai syarat untuk sukses. Sony, mahasiswa penyair yang diperankan WS Rendra, harus membuktikan ini di hadapan orang-orang terpentingnya.... Baca

The Secret In Their Eyes: Inspeksi Kenangan Lewat Banyak Ingatan

Alih-alih mencari penyelesaian cerita agar penonton bisa keluar bioskop dengan lega, Campanella justru membawa ceritanya menanjak dan bercabang lalu meliuk masuk kedalam daerah gelap yang tak terjelaskan. Saya mendengar banyak keluhan tentang ending film ini yang dinilai menyiksa penonton. Tapi buat saya, sedari awal memang Campanella sudah selalu bertanya, ia tak mau kita mengerti filmnya sepenuhnya.... Baca

Despicable Me: Lucu Tapi Dungu, Dungu Tapi Lucu

Dibandingkan dengan Shrek dari Dreamworks dan Toy Story 3 dari Pixar yang dirilis pada waktu bersamaan, Despicable Me memang berada di posisi paling buncit. Mungkin akibat budget rendah di kantong Despicable Me. Apapun alasannya sepertinya tak memengaruhi penonton untuk tetap berduyun datang ke bioskop dan menonton aksi Steve Carrell dan Julie Andrews sebagai pengisi suara.... Baca

One Shot Project 2010: Tribut untuk Mereka yang Tiada

Premis One Shot mengindikasikan permainan audio-visual. Dengan mayoritas opsi dalam medium film dinegasikan, pembuat film harus pintar-pintar memanfaatkan kontinuitas audio-visual untuk menyampaikan pesannya. Pada edisi One Shot yang pertama, ada empat orang yang mengambil tantangan membuat film dengan segala batasan tersebut. Mereka adalah Agni Tirta, Surya Adhi Wibowo, Gelar Agrayano Soemantri, dan Dewi Kusumawati.... Baca
Send this to a friend