Raksa Santana

Another Colour TV: Penonton Bukan Benda Mati

Logika yang ingin ditawarkan film ini tidak berada pada tataran mikro yang kausalistik, seperti misalnya, karena menonton tayangan-tayangan sinetron sarat kekerasan, keluarga fulan menjadi penuh pertengkaran. Bukan seperti itu. Another Colour TV menarik level dokumentasinya jadi lebih luas. Caranya dengan menjabarkan khasanah acara-acara televisi dalam negeri dan memposisikan subjek dokumentasi sebagai anonim.... Baca

Maryam: Demi Tuan, Aku Rela Menyelundup Ke Gereja

Pada Maryam, Sidi Saleh berhasil menggiring protagonis ke gereja dengan menggunakan sosok tuan yang psikopatologis dan titah “jangan menelepon”-nya sang nyonya (kakaknya si pria). Maryam juga tidak ujuk-ujuk ada di atas panggung bikinan pembuat film. Ia naik bajaj dulu, ia tanya-tanya satpam dulu, ia sempat enggan untuk masuk gereja dulu, dan akhirnya ia mengganti model jilbabnya dulu sebelum ikut misa.... Baca

Horison: Ngopi Atau Psikoterapi?

Secara keseluruhan, karakterisasi dan teknis film Horison mungkin baik. Tapi pertanyaan yang lebih penting adalah jalur seperti apa yang mereka tempuh? Ke mana kemudian mereka berlabuh? Seperti apa cerita filmnya? Dan bagaimana logika pada film dapat terpenuhi saat film berakhir? Sayangnya, sulit sekali merangkum cara Horison memenuhi logikanya, karena film ini bahkan tidak memiliki dasar logika yang jelas.... Baca
Raksa Santana

Raksa Santana

Cinema Poetica

Lulusan psikologi. Menulis untuk Cinema Poetica sejak 2013. Sempat menjadi juru program pemutaran film di Bentara Budaya Jakarta dan menulis untuk Jurnal Ruang.

Send this to a friend