Adrian Jonathan Pasaribu

One Shot Project 2010: Tribut untuk Mereka yang Tiada

Premis One Shot mengindikasikan permainan audio-visual. Dengan mayoritas opsi dalam medium film dinegasikan, pembuat film harus pintar-pintar memanfaatkan kontinuitas audio-visual untuk menyampaikan pesannya. Pada edisi One Shot yang pertama, ada empat orang yang mengambil tantangan membuat film dengan segala batasan tersebut. Mereka adalah Agni Tirta, Surya Adhi Wibowo, Gelar Agrayano Soemantri, dan Dewi Kusumawati.... Baca

Antara Orde dan Order: Sensor dan Representasi Kekuasaan dalam Sinema Indonesia

Sensor selama ini merupakan faktor yang krusial dalam sinema Indonesia. Kehadirannya tidak saja mengontrol implikasi moral suatu film, tapi juga mempengaruhi perkembangan estetika dan naratif film Indonesia. Sejarah mencatat permainan kekuasaan dan kebutuhan pemerintah telah menjadi faktor yang menentukan penerapan sensor dalam setiap rezim kekuasaan.... Baca

Breathless: Yang Muda Yang Bicara

Film pertama Jean-Luc Godard masih terlihat inovatif meski sudah berumur 40 tahun lebih. Cerita Breathless sendiri tak lebih dari kisah pelarian buronan: Michael Poiccard membunuh seorang polisi, lalu mencoba kabur dengan seorang gadis Amerika, Patricia Franchini, ke Italia. Cerita yang standar, mirip film-film kriminal Hollywood. Lalu apa yang membuat Breathless begitu tersohor?... Baca

Say Anything: Muda, Beda, dan Jatuh Cinta

Cerita Say Anything bisa ditemui di jutaan film remaja lainnya. Bagusnya, Cameron Crowe mengakali familiaritas ceritanya dengan membingkai protagonis ceritanya tidak sebagai pecundang mesum anarkis, model karakter yang sangat populer di dekade 80an, tapi sebagai laki-laki feminin, atau laki-laki yang berkembang dengan emosi-emosi yang lebih sering diasosiasikan dengan perempuan.... Baca
Adrian Jonathan Pasaribu

Adrian Jonathan Pasaribu

Cinema Poetica

Salah satu pendiri Cinema Poetica. Ia percaya dialektika tidak saja mengatur hajat hidup warga, tapi juga perkara asmara. Dari 2007 sampai 2010, mondar-mandir sebagai pengurus program di Kinoki, bioskop alternatif di Yogyakarta. Sempat terlibat di filmindonesia.or.id sebagai anggota redaksi, Festival Film Solo sebagai kurator, dan Berlinale Talent Campus 2013 sebagai kritikus film.

Send this to a friend