Kohlhaas: Fantasi Film dalam Film

german-cinema_kohlhaas

Suatu hari di hutan di Provinsi Bavaria, seorang sutradara muda ingin membuat film sejarah historik yang akan menjadi adaptasi novel Michael Kohlhass yang dikarang oleh Heinrich von Klesit. Mimpi yang besar ini pun runtuh ketika hari pertama pengambilan gambar, mereka mengalami krisis finansial, di mana banyak sponsor-sponsor yang mau membantu memutuskan untuk menarik dananya dari film ini. Hal ini menyebabkan sutradara dan para kru dari film ini harus menerima kenyataan, tetapi mereka tidak menyerah. Mereka  tetap melanjutkan pengambilan gambar dengan senjata-senjata imajiner mereka.

Mereka mencoba untuk mengganti properti-properti yang mereka butuhkan untuk film ini, seperti mereka menggunakan sapi menjadi kuda, dan ‘senjata-senjata’ yang mereka gunakan jugalah imajiner semua. Tidak hanya kekurangan dalam hal properti-properti saja, tetapi mereka bahkan merekrut aktor dadakan yaitu kepada desa setempat untuk  berperan sebagai penjahat dalam film tersebut. Seperti aktor utamanya, Kohlhass, sutradara Lehmann juga mau tetap bekerja keras dan berjuang untuk visinya dan idealismenya sampai ujung yang pahit.

Mungkin beberapa penonton akan merasa kebingungan ketika menonton Kohlhaas. Film ini merupakan film dalam film. Begitu penonton menangkap alur dan esensi penting dari cerita ini maka kita akan mulai mengerti bahawa untuk mencapai sebuah mimpi diperlukan ketekunan, untuk mencapai sebuah mimpi diperlukan kesungguhan. Kohlhaas ini adalah film yang unik yang menampilkan sisi manis dan pahitnya membuat film yang sesungguhnya di mana peran seorang aktor sangat diperlukan untuk membuat film ini hidup dan fantasi penonton juga sangat penting untuk membuat film tersebut semakin nyata.

Dalam film ini, kita juga bisa menyaksikan perjuangan seseorang sutradara yang tangguh dan bisa memimpin kru film tersebut untuk semangat dalam mebuat film di tengah-tengah keterbatasan yang ada. Mereka tidak menyerah dan tetap menunjukkan semangat yang besar. Dari film ini pun kita bisa belajar bahwa mencapai impian kita itu tidak selalu mudah, banyak sekali tantangan yang kita tidak pernah bayangkan sebelumnya, tetapi itu adalah keputusan kita untuk menyerah di tengah jalan atau tidak. Di film ini kita bisa melihat bahwa sutradara film ini tidak menyerah karena masalah dana tetapi dia mau tetap mengambil langkah pertama dari apa yang ada padanya pada saat itu.

Aron Lehmann sutradara dari film ini lahir pada tahu 1981. Ia pindah ke Berlin untuk bekerja di banyak pusat industri film di Berlin. Ia akhirnya memutuskan untuk belajar di Hochschule für Film und Fernsehen (HFF) Konrad World di Potsdam-Babelsberg . Ia dibimbing oleh Andreas Kleinert dan sejak saat itu Lehmann mulai membuat film-film panjang. Fillm panjang pertamanya adalah Kohlhaas oder die Verhältnismäßigkeit der Mittel. Meskipun film ini adalah film panjang pertama yang dibuat oleh Aron Lehmann, namun film ini telah memperoleh beberapa penghargaan seperti penghargaan dari penontondi Festival film Max Ophüls Prize 2013, Festival of German Films, Film Art Prize 2013, Filmkunstfest Mecklenburg-Vorpommern, Junior Researcher award 2013 dan German Film and Media Review (FBW), mendapat Predikat Sangat Berharga (Prädikat besonders wertvoll).

Mungkin film ini sudah berumur lebih dari 2012 dan berbahasa Jerman, tetapi tidak ada salahnya jika kita menonton film tersebut karena film ini beda dari film-film Eropa kebanyakan yang lebih mengekspos gaya hidup disana dan konflik-konflik yang terjadi di kota-kota metropolitan. Film ini sangat direkomendasikan ditonton oleh semua kalangan karena sama sekali tidak memunculkan kesan kekerasan atau hal-hal yang negatif lainnya, tetapi memberi motivasi kepada penonton untuk tetap berjuang dalam masalah apapun yang mereka hadapi.

Kohlhaas or the Proportionality of Means (Kohlhaas oder die Verhältnismäßigkeit der Mittel) | 2012 | Durasi: 90 menit | Sutradara: Aron Lehmann | Negara: Jerman | Pemain: Robert Gwisdek, Jan Messutat, Thorsten Merten

Tulisan ini merupakan Juara 4 dari Kompetisi Penulisan Resensi Film yang diselenggarakan Goethe-Institut dan Cinema Poetica, bagian dari German Cinema 2014, 23-31 Agustus. Dewan juri terdiri dari Lanny Tanulihardja (Goethe) dan Makbul Mubarak (Cinema Poetica).

Pendapat Anda tentang tulisan ini
  • Mantap! (0)
  • Boleh juga (0)
  • Biasa saja (0)
  • Lupakan (0)
Share

Send this to a friend