Wacana

Film dan Budaya Menonton

Perfilman adalah sebuah siklus: dari produksi ke distribusi ke ekshibisi ke apresiasi ke kritik, lalu balik ke produksi lagi. Penonton menempati dua bahkan (dalam beberapa kasus) tiga di antaranya, tapi sayangnya keberadaan mereka masih belum begitu banyak dikaji dalam keseharian perfilman Indonesia. Mereka baru dipahami sebagai data atau statistik semata, sebagai angka-angka tak berwajah dan tak berakal.... Baca

Sinema Kita, Sinema Ketiga, Sinema Dunia

Bagaimana posisi sinema Indonesia ketika dikaitkan dengan peta sinema dunia? Maksudnya dengan sinema dunia bukanlah rantai pemutaran film, melainkan sinema dunia sebagai emblem yang senantiasa bersangkutpaut dengan globalisasi atawa kapitalisme global. Sekarang kita harus kembali pada takdir film sebagai produk absolut kapitalisme dan “the face of the contemporaries.”... Baca

Send this to a friend