Tentang Kami

tentang-kami_cinema-poeticaCINEMA POETICA adalah webzine yang berkonsentrasi pada pengkajian dan penulisan kritik film. Media ini dikelola secara mandiri, dengan dana dan waktu pribadi para pengurusnya: Adrian Jonathan, Makbul Mubarak, dan Windu Jusuf. Didirikan di Yogyakarta pada 14 Oktober 2010, Cinema Poetica merupakan respons terhadap sulitnya mengakses film dan literatur film di Indonesia. Kendala ini kami rasakan langsung ketika bekerja untuk Kinoki, bioskop alternatif di Yogyakarta yang beroperasi dari 2005 sampai 2010.

Ketersediaan film di Indonesia, seperti yang kita ketahui, didominasi oleh dua jaringan bioskop utama. Di luar itu, ada sejumlah jaringan rental video, yang isinya tidak beda jauh dengan sajian di bioskop. Konsekuensinya: film yang beredar kesannya hanya itu-itu saja. Di sisi lain, diskusi dan kajian kritis tentang sinema belumlah lumrah di Indonesia. Media-media yang menjadi konsumsi khalayak ramai lebih banyak berkutat pada reportase, sementara kritikus film di Indonesia bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Begitu pula buku dan kajian film di Indonesia: jumlahnya sedikit dan masih terbatas pada lingkungan akademis.

Perfilman adalah sebuah siklus, yang berputar dari produksi, distribusi, ekshibisi, apresiasi, lalu kembali ke produksi. Apabila film hanya kita pahami sebagai komoditas komersil semata, maka siklus yang kita pedulikan cukup dari distribusi, ekshibisi, lalu kembali ke produksi. Tapi, film bukan saja barang dagang. Ia juga memuat nilai dan renungan, yang turut beredar dan berdampak dalam kehidupan kita sehari-hari. Idealnya, suatu perfilman nasional tidak saja didukung oleh pilar-pilar industri yang kokoh, tapi juga dinamika apresiasi yang mumpuni. Tidak ada satu pun perfilman besar di dunia ini yang tidak disokong oleh kritik film yang kuat. Oleh karenanya, apresiasi dan kritik film merupakan lini perfilman yang patut diperjuangkan dan turut dikembangkan.

Cinema Poetica mengabdikan asa, rasa, dan aksara pada apresiasi dan kritik film. Kami ingin berbagi seluas-luasnya dengan khalayak ramai. Perhatian khusus kami layangkan pada film-film yang tidak mendapat tempat di arus utama distribusi film nusantara, baik film pendek, panjang, maupun dokumenter. Bukan artinya kami mengabaikan film-film arus utama. Produk-produk arus utama tetap kami perhatikan, dengan pembahasan yang tak kalah diskursif. Kami tidak mau melihat film sebagai media hiburan saja, tapi juga sebagai bagian dari pergumulan sosial, politik, dan budaya.

Sejauh ini, Cinema Poetica secara berkala menyajikan tulisan tentang film, baik dari arus samping, utama, maupun arus-arus lainnya. Kami juga pernah mengadakan pemutaran dan diskusi publik di sejumlah titik di Yogyakarta dan Jakarta, kegiatan-kegiatan yang kami harap bisa kami terus adakan ke depannya. Kegiatan lainnya yang Cinema Poetica sudah lakukan dan ingin terus kembangkan adalah lokakarya kritik film. Kami melihat regenerasi penulis dan kritikus film sebagai kebutuhan yang mendesak. Kian maraknya perfilman nasional belakangan ini, baik di tingkat industri maupun komunitas, membuka banyak ruang apresiasi yang belum dan perlu diisi. Demi terjaganya keseimbangan dan kesinambungan, kita harus mencari penulis-penulis baru dan kemungkinan-kemungkinan lain dalam mengapresiasi film.

Demi cinta demi sinema,

AJP, MM, WJ

admin@cinemapoetica.com

Cinema Poetica © 2013