dokumenter

Rupa-rupa Pendanaan Dokumenter

Secara umum ada tiga sumber dana untuk memproduksi film dokumenter: 1) stasiun televisi atau broadcaster, 2) lembaga donor, dan 3) lokakarya. Masing-masing menuntut komitmen dari pembuat film, masing-masing punya peluang dan tantangannya sendiri. Seorang pembuat film bisa cocok dengan satu model pendanaan, tapi tidak dengan model lainnya.

Pertanyaan untuk Bapak: Peliknya Eksplorasi Asal-usul

Pertanyaan Untuk Bapak adalah penjelajahan atas penggalan-penggalan masa silam—dari problem keluarga hingga seksualitas—yang turut berkontribusi membentuk si pembuat film itu sendiri, sekaligus medan yang dipilih untuk mengkonfrontir warisan-warisan yang serba tidak enak itu. Terlepas dari keistimewaan itu, eksekusi filmnya kedodoran di sana-sini.

Bisakah Senyap Dipercaya?

Senyap dirayakan, dipuja, dan didukung oleh para aktivis hak asasi manusia. Komnas HAM bahkan memberikan surat dukungan tertulis terhadap pemutaran film ini. Pertanyaannya, bagaimana mungkin mereka mendukung film yang eksploitatif terhadap narasumbernya, film yang menciptakan stigma baru terhadap pihak yang tak berdaya, film yang etika pembuatannya patut dipertanyakan? Apakah memang etika tidak diperlukan, demi menegakkan HAM?

Sepuluh Film Indonesia Pilihan Tahun 2014

Daftar ini disusun berdasarkan kesadaran akan keragaman layar dan pembuat film yang membentuk budaya sinema di nusantara. Artinya, setiap jenis film diperhitungkan, mau itu film panjang, pendek, fiksi, dokumenter, eksperimental. Syaratnya hanya satu: ia pernah diputarkan untuk publik, baik itu di layar komersil maupun independen.

Garuda Power: Film Laga Indonesia Tidak Cuma The Raid

Garuda Power sarat dengan data dan fakta. Siapapun yang ingin berkenalan dengan film laga Indonesia, pastinya akan pulang dengan pemahaman bahwa film laga Indonesia tidak sesederhana The Raid semata. Namun, sebagai sebuah upaya pemaknaan sejarah, Garuda Power terasa seperti pasangan yang fasih mengungkit-ungkit masa lalu tapi luput untuk melihat ke depan.

Layu Sebelum Berkembang: Alotnya Mengenyam Bangku Sekolah

Dalam Layu Sebelum Berkembang, nampak ajaran agama sebagai keyakinan pribadi kini dihadirkan dalam institusi pendidikan, bahkan dijadikan tolak ukur kelulusan, bersanding dengan ilmu-ilmu sekuler seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Di menit-menit awal, pernyataan itu kuat terjalin dalam gambar-gambar yang dihadirkan di film ini. Akan tetapi, pada pertengahan film, fokus sutradara mulai berbelok.
X