budaya sinema

Ketika Anak Muda Palu Kasak-kusuk Lewat Film

Ulasan Ade Nuriadin mengenai ciri khas film-film pendek produksi Palu, termasuk para pembuat filmnya dalam mewacanakan dinamika-dinamika sosial. Ulasan ini akan memperbandingkan perspektif postkolonial dengan konseptualisasi utopis sebagai respons terhadap relasi sinema-kota, begitupun terhadap relasi film independen-arus utama.

Ada Apa dengan Tiga Dara?

Tiga Dara (1957) lebih dekat dengan film-film musikal ala Hollywood—jenis film populer kala itu. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Tiga Dara merupakan hasil kompromi Usmar Ismail, alias proyek untuk cari uang. Ada apa sebenarnya?

Ode untuk Seluloid

Sinema mengabadikan sejarah-sejarah, tidak terkecuali sejarah kita. Sayangnya sinema sebagai medium penyimpan, apapun formatnya, tidaklah kekal. Suatu hari nanti bisa saja kita kesulitan mengakses kembali rekaman momen-momen hidup kita.
X