Loka

Pelabelan Diri dalam Q! Film Festival

Pasca serbuan Front Pembela Islam pada 2010, Q! Film Festival mengalami kemunduran. Esai singkat ini membahas ruang alternatif yang Q!FF tawarkan selama sejarah penyelenggaraannya. Pertanyaan kuncinya: bagaimana Q!FF, dalam konteks 2010 sampai tiga tahun setelahnya, yang menawarkan ruang alternatif untuk mengarusutamakan isu LGBTIQ justru tidak mendapat ruang di Jakarta?... Baca

Rupa-rupa Pendanaan Dokumenter

Secara umum ada tiga sumber dana untuk memproduksi film dokumenter: 1) stasiun televisi atau broadcaster, 2) lembaga donor, dan 3) lokakarya. Masing-masing menuntut komitmen dari pembuat film, masing-masing punya peluang dan tantangannya sendiri. Seorang pembuat film bisa cocok dengan satu model pendanaan, tapi tidak dengan model lainnya.... Baca

Mengamati Perempuan, Mengalami Kemanusiaan: Catatan Menonton #KolektifJakarta

Siti, Kisah Cinta yang Asu, Cleaning the Fish, dan Sendiri Diana Sendiri merupakan film-film dengan pendekatan naratif yang penting untuk dicatat. Keempatnya menyoroti kerja yang dilakukan perempuan, baik kerja ekonomis maupun kerja domestik. Isu seksualitas perempuan tetap hadir, begitu pun isu tradisionalitas keluarga dan agama. Secara estetis keempatnya juga bisa menjadi tontonan alternatif.... Baca

Keramaian Senyap

Senyap mengingatkan kita akan tantangan-tantangan yang harus kita hadapi dalam membuka ruang-ruang apresiasi film di tengah publik. Senyap barulah satu film. Tak terhitung banyak film lainnya yang juga menawarkan gagasan dan perspektif yang belum lumrah atau jarang didiskusikan masyarakat kita. Apa yang kita alami dengan Senyap janganlah malah membuat kita takut.... Baca

Send this to a friend