Sketsa

Pendidikan Mulai dari Rumah: Mengenal Film-film Antikorupsi Lasja Susatyo

Dalam keriuhan upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi yang seakan tak kunjung surut, kita sebagai anak bangsa tak pantas mengabaikan bahaya laten korupsi. Lasja Fauzia Susatyo mencoba menyibakkan gejala korupsi yang mewabah di negeri ini. Ada dua film bertema antikorupsi yang ia telah sutradarai: Aku Padamu (2012) dan Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014).... Baca

Sepuluh Film Pilihan Tahun 2013

Daftar ini bukanlah daftar film terbaik tahun 2013, bukan pula sebuah pembacaan menyeluruh atas film-film yang dibuat pada tahun tersebut. Daftar ini lebih mencerminkan adanya standar tertentu yang dipakai seseorang dalam memilih film-film yang berpengaruh baginya. Bagi saya, daftar ini adalah semacam cermin tempat saya mengaca dan mendapatkan dua hal yang dipantulkan dari cermin tersebut.... Baca

Apa yang Dapat Kita Dengar dari Jagal?

Capaian film Jagal karya Joshua Oppenheimer tidak semata-mata membelalakan mata kita tentang sejarah kekerasan massal. Lebih daripada itu, film ini juga memungkinkan dialog antara kita penonton dengan sejarah kekerasan kita di masa lalu. Sinema memungkinkan ruang tutur bagi suara senyap, yang keberadaannya selama ini untuk tunduk di bawah retorika rezim.... Baca

Palu Arit di Film India

Sebanyak apa noktah-noktah merah ideologi terlarang di Indonesia tersebut “mencemari” industri yang di negeri ini produk-produknya sangat digandrungi itu? Dalam satu pembacaan yang singkat, dari bahan-bahan yang bisa dijangkau, bisa disimpulkan bahwa anasir-anasir komunisme bukan saja ada, tapi jadi warna tersendiri yang cukup mencolok dari industri film India.... Baca

Mobilitas Sosial untuk Pemula

Menonton Negeri di Bawah Kabut dan Denok & Gareng akan mengingatkan kita kalau tantangan terbesar sinema Indonesia saat ini bukanlah menjadi orisinil, tapi menjadi otentik. Begitu banyak hal dan perkara di negeri ini yang belum terartikulasikan secara jujur oleh sinema kita. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah merekam realita apa adanya.... Baca

Martin Scorsese: Membaca Bahasa Sinema

Fondasi sinema adalah cahaya. Kelahirannya ditandai oleh selarik cahaya. Oleh karena itu, sinema paling nikmat dialami dalam ruang gelap, di mana proyeksi film menjadi satu-satunya sumber penerangan. Cahaya memungkinkan kita melihat ragam rupa bentuk: menikmatinya, menamainya, dan menafsirkannya. Artinya, cahaya jugalah fondasi keberadaan manusia; kita jadi ‘tercerahkan’ karenanya.... Baca

Send this to a friend