Karsa

Hubungan Sinema dan Filsafat, Menurut Gilles Deleuze

Bagi sebagian orang, Cinema 1 dan Cinema 2 karya Gilles Deleuze adalah buku yang luar biasa rumit karena Deleuze terkesan begitu tendensius untuk menyusun klasifikasi imaji yang sudah dibangun selama hampir seratus tahun sejarah sinema. Ia tidak bicara shot, tidak bicara peletakan dan pergerakan kamera, tidak bicara teknis. Ia bicara tentang sinema sebagai realita, bukan penanda realitas sebagaimana yang ramai dibahas oleh para begawan semiotika.... Baca

Melihat Bintang: Sebuah Titik Mula

Bintang ternyata memiliki posisi cukup penting dalam sebuah film. Akan tetapi, pengetahuan kita mengenai konsep bintang film sebenarnya masih sangat minim. Kebanyakan orang hanya mengenal bintang film melalui status mereka sebagai figur publik dan selebritis. Padahal, sebagai wajah-wajah yang kita saksikan di layar perak, posisi mereka dalam film dan budaya populer pada umumnya adalah salah satu hal yang paling menarik untuk dipelajari lebih lanjut.... Baca

Paradoks Pembangunan Manusia dalam Film Pendek Indonesia

Ketika istilah “pembangunan” menjadi semacam mantra magis yang memesona rakyat di rezim orde baru, sebetulnya pernahkah kita benar-benar tahu apa yang tengah “negara” (baca: penguasa) bangun? Lantas di mana posisi kita sebagai rakyat pada “perihal membangun” tersebut? Saat modernitas diasosiasikan dengan pembangunan, apakah dengan menjadi (seolah-olah) modern berarti manusia Indonesia telah sukses terbangun?... Baca

Adaptasi: Idealisme Pengarang dan Film Sebagai Komoditas

Eksplorasi implikasi alih wahana novel ke film terhadap perubahan isi karya. Yang dibahas ialah perihal proses alih wahana yang mau tak mau pasti menyebabkan alih wacana dalam sebuah karya. Alih wacana ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain perbedaan sifat data yang digunakan dalam novel dan film yang berbeda dengan data mentah hasil riset sejarah, subyektifitas pengarang yang berbeda dalam proses produksi novel dan film.... Baca

Film dan Geopolitik

Edisi ini mengangkat konsep “film sebagai teks dan momen spesifik dalam sejarah” dan “kekhasan ruang budaya” dalam rangka merespon film-film Indonesia mutakhir yang akan kita kerangkai isu seputar politik dan ruang. Film Indonesia mutakhir yang kami maksud adalah film-film Indonesia yang memotret Eropa sebagai titik fokus ceritanya, sebutlah film macam Laura Marsha (2013) dan 99 Cahaya di Langit Eropa (2014), tanpa mengurangi respek pada karya semacam Edensor (2013).... Baca

Film dan Budaya Menonton

Perfilman adalah sebuah siklus: dari produksi ke distribusi ke ekshibisi ke apresiasi ke kritik, lalu balik ke produksi lagi. Penonton menempati dua bahkan (dalam beberapa kasus) tiga di antaranya, tapi sayangnya keberadaan mereka masih belum begitu banyak dikaji dalam keseharian perfilman Indonesia. Mereka baru dipahami sebagai data atau statistik semata, sebagai angka-angka tak berwajah dan tak berakal.... Baca

Send this to a friend