Despicable Me: Lucu Tapi Dungu, Dungu Tapi Lucu

despicable-me-web_hlgh

“Aku dikhianati trailer”, tukasku ketika Despicable Me barusan saja dimulai. Tak ada kejar mengejar pencuri dan detektif (lihatlah tampilan Gru di trailer, ia seperti detektif tua yang harus turun gunung mengusut kasus dicurinya piramida, plus asap cangklongnya, Gru pasti detektif), ternyata Gru adalah penjahat yang dijadikan jagoan oleh Pierre Coffin & Chris Renaud dalam besutan terbarunya, Despicable Me. Trailer penipu ini bekerja baik, Despicable Me berhasil merajai box office di Amerika Serikat terhitung sejak 11 Juli 2010 sampai beberapa waktu setelahnya. Despicable Me adalah film yang sungguh penting, terutama bagi para pembuatnya. Film ini adalah debut Illumination Entertainment yang didirikan oleh Chris Meledandri yakni mantan punggawa 20th Century Fox dan pernah juga bergabung sama Walt Disney. General Electric Co rela mengambil alih distribusi film berbujet rendah ini.

Gru bukan detektif. Ternyata ia adalah penjahat penuh dengki. Ambisinya untuk menjadi maling hebat tersendat ketika tahu Piramida Giza telah dicuri, Gru kemudian mengetahui bahwa pencurinya adalah Vector, anak muda bertampang alim dan baik hati, disamping kegemarannya mencuri tentu saja. Kedengkian membimbin Gru untuk member Vector sebongkah pelajaran. Gru tak mau kalah, ia mau mencuri rembulan!

Despicable Me dirunutkan dalam plot yang longgar, Gru adalah orang jahat yang komikal sementara Vector meskipun seorang yang baik, tapi tetaplah pencuri. Sehingga alih-alih memihak, penonton akan mengabaikan segala macam antagonisme dan pasrah saja mengikuti cerita. Tertawa di beberapa titik, dan jengkel dibeberapa sudut. Humor tentu saja wajar bila ditiupkan oleh film animasi macam Despicable Me. Adegan goyang pantat dalam film live-action bisa memancing amarah FPI, sementara adegan serupa dalam film animasi adalah seloroh.

Di sekitar Gru terdapat dua karakter yang menarik, Dr. Nefario adalah orang yang sangat disiplin dalam bekerja. Dia adalah ilmuwan dingin yang bersedia membantu Gru mewujudkan keinginannya. Yang satu adalah trio anak yatim yang diadopsi Gru, mereka selalu melembamkan kegalakan Gru dan meminta kasih-sayang darinya. Akal dan hati baku tarik dalam benak Gru sebab ia juga hanya manusia biasa, cinta pada ibunya dan punya rasa dengki. Meskipun dalam terminologi fisik, wajah Gru menyerupai pelatuk dan tungkainya kecil seperti bangau.

Pertentangan akal dan rasa adalah hal yang dilematis bagi Gru, sehingga alih-alih bekerja keras mewujudkan ambisinya mencuri bulan. Ia malah lamban dalam segala hal, Gru menjadi gemar tidur siang. Saya patut memuji usaha Renaud dan Coffin (sutradara) karena telah memanusiakan Gru sampai begini rupa. Saya harus menertawai diri saya karena seperti saya, ambisi Gru berlipat-lipat kali lebih besar dari usahanya. Sehingga mengherankan ketika roket Gru akhirnya jadi dan bulan semakin dekat di tangannya.

Dibandingkan dengan Shrek dari Dreamworks dan Toy Story 3 dari Pixar yang dirilis pada waktu bersamaan, saya kira Despicable Me memang berada diposisi paling buncit. Mungkin akibat budget rendah di kantong Despicable Me (hanya 69 juta dolar). Apapun alasannya sepertinya tak memengaruhi penonton untuk tetap berduyun datang ke bioskop dan menonton aksi Steve Carrell dan Julie Andrews sebagai pengisi suara. Hal itu pasti, tak meleset dari keberhasilan trailernya memperdayai kita. Saya masih dongkol.

Despicable Me | 2010 | Sutradara: Chris Renaud & Pierre Coffin | Negara : Amerika Serikat | Pemain: Steve Carrell, Julie Andrews, Jason Segel,  Russell Brand, Will Arnett.

Pendapat Anda tentang tulisan ini
  • Mantap! (1)
  • Boleh juga (0)
  • Biasa saja (0)
  • Lupakan (0)
Share

Send this to a friend