Resensi
highlight_anak-sabiran

Anak Sabiran, Di Balik Cahaya Gemerlapan: Mengenang yang Akan Datang

Dengan merekam perjuangan hari kemarin, Anak Sabiran menjadi pengantar yang menohok untuk hari esok. Dokumenter ini merupakan elegi akan kehilangan raksasa sebesar Misbach Jusa Biran di perfilman kita, sekaligus juga sindiran bagi generasi sekarang untuk tidak melulu berada di bawah bayang-bayang beliau.

1,5-tb_highlight

1,5 TB: Cinta Film Kopian, Selesai Pakai Dihapus

1,5 TB mengangkat satu konteks baru di mana cerita hubungan romantis antara si karakter laki-laki dan perempuan bertindak sebagai komentar atas kondisi-kondisi sosial yang berubah di sekitar mereka. Jika segala rupa harddisk dan film-film kopian dihilangkan, cerita Alice dan Ben pun tidak akan ada.

a-very-boring-conversation_highlight

A Very Boring Conversation: Sublimasi Obsesi Dalam Basa Basi

Ketika menerjemahkan ‘basa-basi’ khas Indonesia menggunakan Google Translate ke bahasa Inggris, hasil yang keluar adalah: string attached. Edwin menyajikan hasrat seksual yang berlawanan dengan ‘basa basi’, no string attached, yang lugas tanpa mengaburkan kerja indera. Menafsir hasrat seksual dan ketabuan belum pernah semenegangkan ini.

territorial-pissings_highlight

Territorial Pissings: Bias Gender dalam Adegan Sederhana

Fungsi kesenian yang penting adalah sebagai pemberi katarsis bagi penikmatnya. Sebagai penonton, apakah katarsis yang dialami setelah menonton Territorial Pissings karya Jason Iskandar? Berhenti melihat ke sekitar, lalu sejenak berkaca pada diri sendiri: apa kita sudah bebas atau diam dalam kodrat yang dianggap “benar”?

wrong-day_highlight

Wrong Day: Polisi Tanpa Area Antara

Tidak ada orang yang senang ketika dikata pekerjaan yang dilakukannya sia-sia, dicela bahwa idealismenya tak lebih dari sekadar utopia. Apalagi pada hari pertama kerja. Itulah yang dihadapi tokoh polisi pada film pendek Wrong Day (2011) garapan sutradara asal Palu, Yusuf Radjamuda.

pabrik-dodol_highlight

Pabrik Dodol: Antara Mesin dan Manusia

Pabrik Dodol adalah catatan antropologis tanpa angka. Ia mencatat ragam proses produksi dodol tanpa menampilkan capaian kemampuan produksi tenaga manusia dan mesin. Tidak juga berargumen bahwa salah satu di antaranya lebih baik dari yang lain. Hanya ingin menampilkan dengan suasana.

Cinema Poetica © 2013