Tito Imanda

Sekolah Film di Indonesia: Sebuah Refleksi

Secara legal, semua orang boleh membuat film. Jika semua orang boleh membuat film, lalu mengapa ada sekolah film? Pertanyaan dan pertimbangan ini kemudian akan membimbing kita dalam proses identifikasi pengeluaran dan pendapatan dana untuk merancang ketahanan hidup si program: apa saja kebutuhan program dan berapa jumlah investasi yang diperlukan, yang harus seimbang dengan sumber-sumber pendapatan, besaran uang kuliah yang ditentukan, dan lain-lain.... Baca
Tito Imanda

Tito Imanda

Staf pengajar di Universitas Bina Nusantara di Jakarta. Tesis masternya membahas industri film Indonesia, diselesaikan pada Department of Media, Culture and Communication, New York University pada tahun 2007. Setelah dia kembai ke Jakarta dia terlibat dalam kelompok-kelompok kerja untuk perbaikan kondisi ekonomi politik film Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir dia lebih sering mengajar dan menjalankan pekerjaan-pekerjaan manajerial di kepala Sekolah Media dan Komunikasi di Binus International, tempat di mana dia juga telah membangun prodi film, yang saat itu merupakan sekolah film kedua di Indonesia yang menawarkan gelar sarjana. Saat ini dia melewatkan sebagian besar waktunya di London, menyelesaikan program doktor produksi film (AVPhD) di Department of Media and Communication, Goldsmiths, University of London.

Send this to a friend