Makbul Mubarak

Festival Film sebagai Ruang Publik

Rubrik Wacana kali ini membagi sebuah tulisan ringan yang berisi cerita-cerita mengenai bagaimana festival film sebagai ajang yang bukan saja merupakan tempat menonton dan menjual film, melainkan juga tempat bertukar visi, arena pertarungan pandangan serta sebuah ruang yang menyulap sebuah kota menjadi medan transnasional dalam satu atau dua kejap.... Baca

Agenda Politik Selera dalam Festival Film Dunia

Dewasa ini, naif bila kita menganggap festival film adalah pernyataan kolektif yang anti-Hollywood dan anti arus utama. Betapa tidak, festival film telah menjelma menjadi bursa penting bagi perputaran uang dalam industri film global. Literatur yang dibagikan rubrik Wacana kali ini bicara mengenai kompleksitas posisi festival film, baik dari aspek selera estetika, komitmen politis, merk dagang, dan interaksinya dengan dunia di luar festival film maupun di luar industri film itu sendiri.... Baca

Hubungan Sinema dan Filsafat, Menurut Gilles Deleuze

Bagi sebagian orang, Cinema 1 dan Cinema 2 karya Gilles Deleuze adalah buku yang luar biasa rumit karena Deleuze terkesan begitu tendensius untuk menyusun klasifikasi imaji yang sudah dibangun selama hampir seratus tahun sejarah sinema. Ia tidak bicara shot, tidak bicara peletakan dan pergerakan kamera, tidak bicara teknis. Ia bicara tentang sinema sebagai realita, bukan penanda realitas sebagaimana yang ramai dibahas oleh para begawan semiotika.... Baca

Seusai Menonton Pendekar Tongkat Emas

Memanfaatkan elemen genre, Pendekar Tongkat Emas seharusnya tidak dibaca sebagai sesuatu yang murni Indonesia. Film ini menawarkan kita kemungkinan untuk membacanya dari sudut pandang yang lain: kekhasan kultural film kung fu di tanah muasalnya Hong Kong, logika dunia persilatan, dan latar film genre sebagai sebuah gelitikan terhadap nasionalisme.... Baca

Tontonan Favorit di Komunitas Eden

Ternyata benar, kiamat memang sudah dekat. Informasi ini terkonfirmasi dari obrolan sejuk di siang yang panas itu dengan teman-teman dari komunitas Eden. Aslinya, kami datang menyambangi Lia Aminuddin—akrab dipanggil ‘Bunda’—untuk mengobrol tentang film-film favoritnya. Namun apa daya, Bunda sedang tak bisa diganggu sebab sedang kedap dan konsentrasi menerima wahyu.... Baca
Makbul Mubarak

Makbul Mubarak

Cinema Poetica

Mengembangkan dan melestarikan Cinema Poetica untuk belajar lebih seksama. Dari 2009 sampai 2011 aktif sebagai pengurus literasi dan lokakarya di bioskop komunitas Kinoki. Alumni kajian film dan media di Korea National University of Arts, juga peserta Berlinale Talent Campus untuk kritik film pada 2012. Pernah menulis untuk beberapa media seperti The Jakarta Post, filmindonesia.or.id, Fovea Magazine, dan publikasi Udine Far East Film Festival. Sekarang mengajar film di Universitas Multimedia Nusantara.

Send this to a friend