Mahesa Desaga

Festival Film di Kota Malang: Berharap Bukan Sekadar Ritual

Apabila festival film di Malang sekadar menjadi ritual, jangankan untuk menjadi media tontonan alternatif bagi masyarakat, untuk bertahan ada saja sudah sulit. Jika penyelenggaraan festival tersebut sudah menjadi masalah dan pada akhirnya mati, maka perlahan akan semakin lesu pula atmosfer kegiatan film di kota ini. Sebuah kemungkinan yang tentu kita semua tidak inginkan.... Baca
Mahesa Desaga

Mahesa Desaga

Sejak pertama kali nonton film di bioskop waktu kecil, Mahesa sudah menganggap film sebagai bagian penting dalam hidupnya. Menurutnya, film adalah ruang untuk memahami dunia dan mengekspresikan isi otaknya. Ia memulai keterlibatan dalam produksi film ketika menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Ilmu Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang bersama LSO Societo Sineklub. Inspirasinya membuat film bersumber pada kegelisahannya dalam memandang sebuah situasi. Sampai saat ini Mahesa sudah menyutradarai enam judul film pendek, dengan Koma (2008) sebagai karya perdananya. Jumprit Singit, film pendeknya pada 2012, sudah banyak berpartisipasi dalam kompetisi maupun ekshibisi berbagai festival film nasional.

Send this to a friend