Raksa Santana

Boyhood: Ketika Momen Memperkaya Kita

Boyhood seakan mencoba menembus jarak antara cinematic life dan real life. Jarak tersebut ditempuh oleh kendaraan bernama Mason, yang menyaksikan sekaligus berada di momen-momen kehidupan yang lalu-lalang. Ia melewati masa-masa bermain gameboy, hingga video game, dan melihat foto porno di majalah, hingga di internet. Di lingkup yang lebih personal, ia menghadapi pergantian ayah, sekolah, dan teman.... Baca

Another Colour TV: Penonton Bukan Benda Mati

Logika yang ingin ditawarkan film ini tidak berada pada tataran mikro yang kausalistik, seperti misalnya, karena menonton tayangan-tayangan sinetron sarat kekerasan, keluarga fulan menjadi penuh pertengkaran. Bukan seperti itu. Another Colour TV menarik level dokumentasinya jadi lebih luas. Caranya dengan menjabarkan khasanah acara-acara televisi dalam negeri dan memposisikan subjek dokumentasi sebagai anonim.... Baca
Raksa Santana

Raksa Santana

Cinema Poetica

Lulusan psikologi. Menulis untuk Cinema Poetica sejak 2013. Sempat menjadi juru program pemutaran film di Bentara Budaya Jakarta dan menulis untuk Ruang Gramedia. Kini tengah menikmati kehidupan sebagai pengacara—pengangguran banyak bicara.

Send this to a friend