Tertarik dengan sinema Prancis, tapi hanya paham oui, pourquoi, dan mademoiselle. Sangat berhasrat membuat film lalu memuseumkannya, dan sebaliknya. Cinema Poetica diharapkan bisa menjadi media belajar dan berbagi, supaya mimpi konyol tadi bisa jadi sesuatu yang lebih pasti. Sekarang bekerja di Yayasan Konfiden sebagai redaksi situs filmindonesia.or.id dan sempat menjadi juri film pendek Festival Film Indonesia 2011. Surat-menyurat dan curhat-mencurhat bisa dialamatkan ke ajpasaribu@yahoo.com atau twitter @adrianjonathan.
.
.
Menggemari sinema belum lama. Cinema Poetica dimaksudkannya sebagai medium untuk belajar lebih seksama. Saat ini tengah menempuh kuliah master di jurusan Cinema Studies, Korea National University of Arts. Berpartisipasi juga dalam Talent Press di Berlinale International Film Festival 2012. Selain sinema, ia juga menggemari ST12 dan musik melayu. Korespondensi dengannya bisa dilayangkan ke alamat mubarak.makbul@gmail.com atau twitter @makbulmubarak.
.
.
Windu W. Jusuf
Menulis tentang film dan politik, serta hal-hal yang berkaitan dengan kenangan ketika jaman begitu buruk atau membosankan bagi film, dan dunia isapan jempol lainnya. Ditarik masuk ke Cinema Poetica karena kedua pendirinya ingin menjadikan situs ini Little Red Book-nya sinema Indonesia, atau setidaknya itu kesan yang nampak. Saat ini tengah menyelesaikan sekolah pascasarjana di CRCS. Kritik, saran, sanggahan, gugatan dapat dilayangkan ke windu.w.jusuf@gmail.com atau twitter @national_razor.









