Cinema Poetica
Life Keeps on Turning: Karena Mocca Bukan Slank

Life Keeps on Turning: Karena Mocca Bukan Slank

Resensi oleh Makbul Mubarak

Kalau anak-anak muda perkotaan di Indonesia (khususnya Pulau Jawa) diberi pilihan menentukan tipikal grup musik ideal menurut mereka, mungkin Mocca adalah salah satunya. Mocca tidak memainkan musik digital, lirik mereka berbahasa Inggris, dengan reputasi luar Indonesia. …

Modus Anomali dan Beberapa Marginalia

Modus Anomali dan Beberapa Marginalia

Esai oleh Windu W. Jusuf

Tahun 1963, Hannah Arendt menerbitkan Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil. Buku ini, yang berawal dari artikel panjang di majalah New Yorker, bertanya mengapa orang yang taat hukum seperti …

The Lady: Suu Kyi dan Teknik Menyelamatkan Muka

The Lady: Suu Kyi dan Teknik Menyelamatkan Muka

Resensi oleh Windu W. Jusuf

Setelah edisi Inggris novel Gulag Archipelago karya Aleksandr Solzhenitsyn diterbitkan pada tahun 1974, dunia lagi-lagi terbelah dua: yang-totaliter dan yang-demokratis. Sebelum itu kita mengenal banyak divisi-divisi lain, mulai dari Kapitalis vs. Komunis, Imperialis vs. Anti-Imperialis, …

Hour of the Wolf: Horor Sadar-Tak Sadar

Hour of the Wolf: Horor Sadar-Tak Sadar

Retrospektif oleh Makbul Mubarak

Hour of the Wolf adalah satu-satunya film horor yang dibuat oleh Ingmar Bergman, sutradara kenamaan Swedia.  Alih-alih terpengaruh oleh tradisi horor sebagai suatu konvensi genre, Bergman tetap membuat film horornya dengan bahan baku yang sama persis …

Artikel Terbaru
Ali Topan Anak Jalanan: Memberontak dari Kegagalan Institusi Sosial

Ali Topan Anak Jalanan: Memberontak dari Kegagalan Institusi Sosial

Retrospektif oleh Gayatri Nadya

“Anak gedongan lambang metropolitan,

Menuntut hidup alam kedamaian.

Anak gedongan korban kesibukan,

Hidup gelisah dalam keramaian.”

-Chrisye, lagu Anak Jalanan

.

Remaja laki-laki dengan sosok nakal, jahil, urakan, dan suka melanggar peraturan seringkali terlihat...

Manusia 6.000.000 Dollar: Sebatas Parodi dan Translasi Judul

Manusia 6.000.000 Dollar: Sebatas Parodi dan Translasi Judul

Retrospektif oleh Angga Rulianto

Uang berjumlah enam juta dollar akan terus terbilang mahal di Indonesia, apalagi jika dikonversikan dengan kurs terbaru. Namun pada tahun 1981, sutradara-penulis skenario Ali Shahab dan Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) sudah berani mengubah jumlah uang …

Setan Kredit: Menapaki Ironi Tangga Kelas Sosial

Setan Kredit: Menapaki Ironi Tangga Kelas Sosial

Retrospektif oleh Gayatri Nadya

Ciri khas dari komedi Warkop Dono Kasino Indro adalah perjalanan misi yang banyak terhadang masalah, komedi slapstick dengan simbol-simbol tertentu, dan sosok wanita yang menjadi pemicu aksi konyol sekaligus heroik para tokoh utamanya. Sepanjang tiga puluh …

Mencari Babi Buta di Kebun Binatang: Tentang Film-film Pendek Edwin

Mencari Babi Buta di Kebun Binatang: Tentang Film-film Pendek Edwin

Retrospektif oleh Adrian Jonathan Pasaribu

Film-film pendek Edwin mewakili sebuah garis sejarah yang kerap terlupakan. Selama ini, kebangkitan perfilman nasional pasca Reformasi cenderung diasosiasikan dengan tiga film: Kuldesak (1997), Petualangan Sherina (1999), dan Ada Apa Dengan Cinta? (2001). Ketiganya membuktikan …

Ismaël Ferroukhi: Kesunyian adalah Bahasa Paling Intim

Ismaël Ferroukhi: Kesunyian adalah Bahasa Paling Intim

Wawancara oleh Adrian Jonathan Pasaribu

“Bagaimana Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, menerima Le Grand Voyage?” Tanya Ismaël Ferroukhi seraya saya memasuki lounge dan diperkenalkan oleh asisten pribadinya. Pertanyaan yang tentunya sukar dijawab, mengingat saya tak cukup …

Belah Diri dalam Narasi: Tentang Kejujuran Yang Tak Selamanya Polos

Belah Diri dalam Narasi: Tentang Kejujuran Yang Tak Selamanya Polos

Esai oleh Windu W. Jusuf

Akhirnya saya menonton Republik Twitter. Saya ingin tahu seheboh apa fenomena click-activism sehingga harus difilmkan. Setelah The Social Network (2010) dan I Know What You Did on Facebook (2010), akhirnya ada lagi film …